Senin, 17 September 2012 -
0
komentar
0
komentar
Kata Perpisahan
diambil dari catatan seorang sahabat KKN, Putut....
Perpisahan ini ....
Waktu melangkah cepat meninggalkan 2 Juli 2012. Kini sudah saatnya penarikan KKN-PPL . Izinkan aku untuk menghitung mundur waktu ini. Waktu-waktu dimana aku masih dapat menatap wajahmu. Biarkan aku mengumpulkan segenap bayangmu untuk bekal hatiku setelah ini. Entah kapan lagi kita bisa bersama, aku pun tak tahu. Jika memang kamu tercipta untukku, kapanpun dan dimanapun, kita pasti bertemu lagi. Jika tidak, aku selalu mendoakan untuk bahagiamu.
Tahukah kamu bahwa terkadang aku mencuri pandang ke arahmu. Menahan nafas saat kamu berada di sampingku. Merasa tak ingin jauh dari kamu. Cemburu saat kamu dengan dia yang lain. Sadarkah kamu bahwa seringkali aku mencuri kesempatan untuk bersamamu? Meskipun aku tahu kamu telah memilih dia yang lain.
… cinta ini kadang-kadang tak ada logika (~’o’)~ …
Saat kita jauh nanti, masihkah kamu ingat aku? Aku akan mengigatmu. Karena hadirmu, ceritaku di Purworejo ini menjadi berwarna. Karena hadirmu, aku semangat mengikuti kegiatan KKN ini. Terimakasih :)
Walau singkat, setidaknya aku memiliki momen-momen bersamamu. Berdua, tertawa, bercanda dan bercerita tentang apapun. Berfoto bersama denganmu. Bermimpi tentangmu. Menangis saat aku tau kamu memilih dia yang lain. Ya, sedih saat aku melihatmu bersama dia yang lain, mengantarnya pulang. Seandainya saat itu aku berteriak memanggilmu dan memintamu jangan pergi, apa yang akan kamu lakukan? Hehe, Mengingat semua itu akan selalu membuatku tersenyum. Terimakasih :)
Satu yang ingin aku katakan sebelum kita benar-benar berpisah. Kata yang mungkin takkan pernah terucap dari bibirku. Kata yang takkan kamu tahu karena aku yakin bahwa kamu tidak akan pernah membaca ini “Simpan aku dalam hatimu”.
Kamis, 06 September 2012 -
0
komentar
0
komentar
Please.... Look in My Heart
hening yang kini menemaniku berbisik tanyakan risau dalam hatiku.
mataku tak ingin terpejam walau untuk sesaat, meski raga ini terasa begitu lelah dengan semua hal yang terjadi hari ini.
mata ini terus terjaga hingga saat jemari ini menari bersama rasaku.
dulu, kini, esok terasa berbeda..
semua yang tak pernah terfikir akan terjadi, kini terjadi hingga merubah sejarah yang selama ini dimimpi.
semua yang tak aku inginkan dulu, mungkin kini telah rasuki duniaku.
kini saat aku coba mengerti mungkin akan terasa sangat terlambat.
hal yang akan aku pahami dan aku hadapi adalah ketegaran hati yang seharusnya aku lakukan di jauh-jauh hari.
kemana aku selama ini?
aku yang seharusnya mengerti bahwa dalam hidup ada rasa yang semestinya aku peluk erat.
kemana keteguhan hati yang dulu kokohkan kakiku dalam langkahi hidup dengan cita dan cinta?
kemana motivasi yang dulu dengan sepenuh hati aku pertahankan sebelum kini hancur lebih dari berkeping-keping?
ya Allah,
sentuh pipiku, bangunkan aku dari tidur lelapku.
belai lembut rambutku dan tunjukkan padaku senyum mereka yang aku kasihi.
ya Allah,
buka mataku agar aku mengerti dunia yang harus aku hadapi.
kuatkan bahuku untuk hadapi semua tantangan hidup ini.
ya Allah,
genggamlah jemariku, bantulah aku, tolonglah aku dalam langkahku bahagiakan hati yang selama ini selalu berusaha bahagiakan aku.
tempa diriku dengan ujian...
ujian yang mampu sadarkanku bahwa inilah hidup.
jatuhkan aku agar aku mengerti rasa payahnya jatuh dan mensyukuri kejayaanku ketika aku mampu bangkit.
biarkan aku merasakan sakit, biarkan aku menangis,
semua itu agar aku memahami bahwa dalam hidup ada perjuangan dan rasa lelah.
beri aku semua proses itu,
aku tak ingin tumbuh dengan tergesa-gesa.
aku ingin seperti pohon yang tumbuh perlahan namun memiliki akar yang kokoh menggenggam bumi...
mataku tak ingin terpejam walau untuk sesaat, meski raga ini terasa begitu lelah dengan semua hal yang terjadi hari ini.
mata ini terus terjaga hingga saat jemari ini menari bersama rasaku.
dulu, kini, esok terasa berbeda..
semua yang tak pernah terfikir akan terjadi, kini terjadi hingga merubah sejarah yang selama ini dimimpi.
semua yang tak aku inginkan dulu, mungkin kini telah rasuki duniaku.
kini saat aku coba mengerti mungkin akan terasa sangat terlambat.
hal yang akan aku pahami dan aku hadapi adalah ketegaran hati yang seharusnya aku lakukan di jauh-jauh hari.
kemana aku selama ini?
aku yang seharusnya mengerti bahwa dalam hidup ada rasa yang semestinya aku peluk erat.
kemana keteguhan hati yang dulu kokohkan kakiku dalam langkahi hidup dengan cita dan cinta?
kemana motivasi yang dulu dengan sepenuh hati aku pertahankan sebelum kini hancur lebih dari berkeping-keping?
ya Allah,
sentuh pipiku, bangunkan aku dari tidur lelapku.
belai lembut rambutku dan tunjukkan padaku senyum mereka yang aku kasihi.
ya Allah,
buka mataku agar aku mengerti dunia yang harus aku hadapi.
kuatkan bahuku untuk hadapi semua tantangan hidup ini.
ya Allah,
genggamlah jemariku, bantulah aku, tolonglah aku dalam langkahku bahagiakan hati yang selama ini selalu berusaha bahagiakan aku.
tempa diriku dengan ujian...
ujian yang mampu sadarkanku bahwa inilah hidup.
jatuhkan aku agar aku mengerti rasa payahnya jatuh dan mensyukuri kejayaanku ketika aku mampu bangkit.
biarkan aku merasakan sakit, biarkan aku menangis,
semua itu agar aku memahami bahwa dalam hidup ada perjuangan dan rasa lelah.
beri aku semua proses itu,
aku tak ingin tumbuh dengan tergesa-gesa.
aku ingin seperti pohon yang tumbuh perlahan namun memiliki akar yang kokoh menggenggam bumi...
Kamis, 16 Agustus 2012 -
0
komentar
0
komentar
Give Me A Reason
Satu hal yang ingin aku dengar darimu, apakah alasanmu yang sesungguhnya melepaskan aku?
Kalau kamu mengatakan bahwa kamu melepaskan aku karena kamu gak tahan dengan hubungan jarak jauh, aku akan jawab “Kalau kamu benar sayang ma aku, jarak bukanlah masalah. Kamu akan jaga hati dan kepercayaan aku”.
Kalau kamu mengatakan bahwa kamu melepaskan aku karena kamu pengen jalan ma temen-temen cewe yang lain, aku akan jawab “Kalau kamu bener sayang ma aku, kamu mampu bedakan rasa sayang dan persahabatan. Kamu akan berjuang untuk jaga hati, memisahkan persahabatan dari cinta”.
Kalau kamu mengatakan bahwa kamu melepaskan aku karena kamu tidaklah sempurna dan percaya aku pantas dapatkan yang lebih baik darimu, aku akan jawab “Kalau kamu bener sayang, kamu akan berusaha lebih baik dan lebih baik untuk cinta. Kamu akan mempersembahkan yang terbaik darimu. Kamu sadar bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna, bukan".
Akan tetapi, kalau kamu mengatakan bahwa kamu sebenarnya tidak memiliki rasa untukku, kehilangan rasa yang dulu kamu pikir itu cinta karena itu hanyalah sebuah ambisi sesaat, aku tidak lagi akan berkata apapun. Hanya satu yang akan terucap dariku, “Makasih udah jujur dari sekarang”. Aku akan pergi, melepaskan semua.
Dapat mencintai mungkin mudah, dapat dicintai pun tidaklah terlalu sulit.
Akan tetapi, dicintai oleh orang yang kita cintai adalah kesempatan langka.
Jadi, jika kamu telah menemukannya, jangan pernah sia-siakan keindahan itu.
Minggu, 05 Agustus 2012 -
0
komentar
0
komentar
Bersamamu, Aku Nyaman
Rasa nyaman tidak selalu didapatkan dari suatu kemewahan. Rasa nyaman tidak selalu harus kita beli dengan harga yang mahal. Dari sebuah kesederhanaan, kita dapat merasakan kenyamanan. Itu nilai yang aku dapatkan ketika aku bersamamu saat itu.
Jalan yang terbentang berkilo-kilo meter dihadapan kita, kurasa berjarak sangat dekat. Berpuluh-puluh menit waktu yang kita habiskan untuk sampai ke tempat tujuan, kurasa hanya beberapa detik. Aku menikmati perjalanan kita.
Dengan sepeda motor sederhanamu saat itu, aku mengerti bahwa rasa nyaman dapat pula dirasakan dari rasa susah payah. Bukan hal mudah bagiku untuk duduk tenang di belakangmu saat itu. Akan tetapi, jika kamu tahu isi hatiku, aku senang.
Tidak bohong bahwa kaki ini lelah menjaga tubuh ini tetap stabil di atas sepeda motor sederhana milikmu, tetapi sepanjang perjalanan itu terasa olehku bagai kita tengah bertamasya keliling kota.
Sesekali aku mencuri pandang ke arah spion, siapa yang tahu mungkin aku bisa melihatmu yang saat itu ada di depanku. Sungguh aku ingin tahu, apa yang kamu rasakan saat itu. Apakah kamu merasakan suka seperti yang aku rasakan?
Aku bersyukur kamu di depanku karena dengan begitu kamu tak melihatku tersenyum sepanjang perjalanan kita yang mungkin terasa melelahkan bagimu. Apa kamu juga tersenyum sepertiku?
Untuk jawaban atas pertanyaan di atas, aku tidak pernah tahu, dan mungkin biarkan aku takkan pernah tahu. Mengapa? Karena dengan rahasia ini, aku takkan banyak berharap padamu. Tanpa harapan berlebih itu, aku takkan menyeretmu dalam luka karenaku. Biarkan aku tetap melihat senyummu dari sudut gelapku.
Jumat, 27 Juli 2012 -
curcol
0
komentar
curcol
0
komentar
Galau
Kehidupan ini adalah sandiwara yang harus dilakoni. Tak penting seperti apa mau kita, peran kita telah ditentukan bahkan sebelum kita mengerti apa itu hidup. Jadi buruk atau baik pada awalnya itu bukan masalah, yang terpenting adalah bagaimana kita sekarang dan esok. Semua lakon pasti mengharapkan sebuah kisah yang bermakna. Begitu pula aku.
Entah darimana aku harus memulai kata-kataku. Dalam sebuah hubungan, apapun itu, semua lakon yang berperan akan selalu berharap melakukan hal-hal bermakna. Bagaimana jika tiba-tiba impian ideal itu digalaukan oleh sebuah kesalahan masa lalu. Kejujuran penting dalam sebuah hubungan 2 lakon sandiwara dunia. Setiap orang ingin lawan mainnya dalam sandiwara tak membohonginya tentang rasa. Akan tetapi tak salah juga jika semua kisah tidak harus diceritakan mengingat efek yang mungkin akan ditimbulkannya.
Aku, sebagai salah satu lakon dala sandiwara ini, selalu mengharapkan kekasih yang jujur dan saling berbagi cerita. Tak pernah terbayangkan bahwa akan ada babak gelap dalam dirinya yang melukai hatiku, sangat melukai. Bagaimana aku harus bersikap?? Sakit ini membuatku bisu, hanya mampu menangis dengan sisa tenaga yang aku miliki.
Kata sebuah buku yang aku baca, chicken soup soul...
Aku, sebagai salah satu lakon dala sandiwara ini, selalu mengharapkan kekasih yang jujur dan saling berbagi cerita. Tak pernah terbayangkan bahwa akan ada babak gelap dalam dirinya yang melukai hatiku, sangat melukai. Bagaimana aku harus bersikap?? Sakit ini membuatku bisu, hanya mampu menangis dengan sisa tenaga yang aku miliki.
Kata sebuah buku yang aku baca, chicken soup soul...
kadang dalam hidup ini kita terjebak dalam situasi yang mengharuskan kita tertawa agar tidak menangis... baik sinting atau tidak, tertawa hampir selalu pasti lebih baik daripada menangis
Aku menginginkannya saat aku jatuh seperti ini, tetapi dia justru pergi menyembunyikan diri. Hatiku selalu meyakinkanku bahwa bukan masalah seberapa besar atau fatal kesalahan yang diperbuat, yang terpenting adalah bagaimana hati kita mampu atau tidak menerimanya. Bukankah Alloh saja selalu memaafkan hambaNya yang bertaubat, mengapa kita yang hanya manusia tidak mau memberi kesempatan?
Angin yang datang menyerang tak kalah hebat dengan badai topan yang menghancurkan daratan. Sejauh mana kamu menyadari kekacauan yang kamu buat dalam hatiku?? Tetapi tetap saja kamu hanya diam, berfikir. Mungkin saja kamu menunggu air mata ini mengering. Apa yang kamu inginkan? Katakan padaku.
Angin yang datang menyerang tak kalah hebat dengan badai topan yang menghancurkan daratan. Sejauh mana kamu menyadari kekacauan yang kamu buat dalam hatiku?? Tetapi tetap saja kamu hanya diam, berfikir. Mungkin saja kamu menunggu air mata ini mengering. Apa yang kamu inginkan? Katakan padaku.
Aku mohon, jangan tinggalkan kebisuan dalam hubungan kita. Katakan agar aku mengerti apa yang terjadi. Kebisuan ini hanya akan meninggalkan ruang hampa dalam hatiku-yang mungkin saja suatu saat nanti dapat terisi oleh sesuatu yang lain :’(
Senin, 02 Juli 2012 -
0
komentar
0
komentar
1st day
Sore hari waktu itu, semua terasa begitu kacau. Bagaimana tidak? Kondisi tubuh yang lelah setelah menjalankan begitu banyak agenda pada hari itu, ditambah dengan muter-muter bingung mencari jalan menuju kos baruku. Ya, kos baru aku di Purworejo. Selama KKN-PPL, aku tinggal di sebuah rumah penduduk, bu Yam sapaan akrabnya. Kami di sini tinggal bertujuh, yang terbagi menjadi 2 kamar. Rame bukan? Tetapi tetap saja menyenangkan.
Di sela-sela malam yang dingin (memang sungguh dingin ~.~) kami akan menghabiskan waktu untuk bercerita, berbagi pengalaman dalam hidup dan tertawa bersama. Mengejek untuk sekedar bercanda dan memahami karakter masing-masing. Awalnya terasa begitu canggung bagiku yang terbiasa sekamar seorang diri. Tetapi jika dinikmati, semua ini adalah pengalaman yang menarik. Tidur bersama, makan bersama, berkumpul bersama, dan masih banyak hal lain yang kami lakukan bersama.
Kami bertujuh memiliki sifat masing-masing yang berbeda tentunya. Empat diantara kami berasal dari Kebumen, sedangkan tiga yang lain berasal dari Batam, Flores, dan Kupang. Kebiasaan kami jelas berbeda. Di sini, kami belajar untuk saling menghargai kebiasaan orang lain. Berpengaruh atau tidak, kami belajar mengendalikan ego diri sendiri. Bukankah ini ajang pendewasaan diri yang sangat baik? :)
Kami datang ke sini untuk mengabdi, membaktikan kemampuan yang telah kami peroleh selama berkuliah untuk adik-adik kami di SMA. Harapan kami semoga semua apa yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi semua. Amiin… “semangat dan berjuang” kata koordinator KKN-PPL sekolah. Benar saja karena tanpa semangat, semua hanya terasa begitu berat dan menjengkelkan dan berjuang karena apa yang akan kami lakukan memang bukan suatu hal yang mudah. Butuh kerja keras dan pengorbanan untuk mempersembahkan yang terbaik. Alloh selalu bersama kami di setiap langkah perjalanan kami. Amiin.
Langganan:
Postingan (Atom)




