Kamis, 31 Mei 2012 - 0 komentar

Indy's Day Out

KKN-PPL. Apa yang terbayangkan setiap kali mendengar itu? Kalau di otakku sih ya kegiatan yang bikin capek tapi seru. Di sana, bakal dapet teman-teman baru dan pengalaman baru. Sebulan lagi, aku KKN-PPL. Gak kerasa waktu berlalu begitu cepat, hehehe :p padahal belom banyak yang dipersiapkan untuk itu. Baru sekarang-sekarang ini sedikit-sedikit mempersiapkan proker. Salah satunya, awetan basah Avertebrata. 

Untuk membuat awetan itu, aku dan teman-teman harus pergi ke pantai berkarang. Kami ke Krakal. Ada 9 kelompok yang ikut. Kami mempersiapkan semua bahan bersama-sama. Dengan begitu, beban financial tidak terlalu besar :) rencana sih ke pantai Sabtu minggu ini, 2 Juni 2012.

Nah hari ini, judulnya muter-muter nyari bahan kimia bersama temanku, Yussi. Apa hasilnya? Nihil. Wkwkwk :D kami butuh formalin dan semua toko bahan kimia meminta surat rekomendasi, baru setelah itu mereka mau memberi formalin. OK lah dan kami tidak mempersiapkan itu. Nasib =,= masuk toko satu ke toko yang lain, hasilnya sama. “Mba, apa kami bisa membeli formalin?” dan dijawab “Ya, dengan surat rekomendasi.” Selanjutnya, kami Cuma bisa melengos pergi, “Terima kasih, mba.”

Takdir membawa kami kembali ke laboratorium MIPA. Duduk dengan berbagai macam pikiran tentang kemungkinan-kemungkinan yang bisa kami lakukan. Kami menunggu seseorang, pak Dayat, laboran MIPA. 10 menit, 30 menit, 1 jam pun berlalu tanpa hasil. Kami hanya duduk. Di akhir penantian kami, datanglah mba Ami, laboran MIPA juga. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Dengan wajah memelas, aku meminta bantuannya. “Mba, kami butuh formalin untuk proker KKN.” Apa jawabnya? :o “oh iya, butuh berapa? Nanti saya carikan di stok laboratorium, tapi gak banyak ya.” Alhamdulillah :D terbantu walau dalam jumlah yang terbatas, tetapi setidaknya kami mempunyai stok.

Rabu, 30 Mei 2012 - 0 komentar

Dark Shadow


Aku udah mulai masuk semester 6 akhir. Tau gak apa yang jadi momok di otakku? Skripsi. Aku tau kalau skripsi itu berupa kumpulan kertas. Tetapi dalam otakku yang kusut, skripsi itu bercakar dan bertaring, juga berkaki kekar. Dia dengan semangat selalu mengejar-ngejarku seakan-akan ingin memakanku setelah dia mencabikku. Wkwkwk :D sadis ya… hehehe, hanya saja, skripsi itu seperti bayanganku. Kenapa aku begini? Gak lebih dan gak kurang karena aku nervous. Tentu saja, karena aku sampai detik ini bahkan belum menentukan judul apapun.

Mencari dan terus mencari. Ide yang datang membuat ragu, “Apa aku mampu? Apa ini bagus?” Berpusing-pusing dengan pertanyaan itu yang akhirnya hanya menghempaskan tubuhku ke kasurku yang dingin. Membayangkan dan bertanya-tanya, “Teman-teman sudah sampai apa? Apa sebagian besar udah ngajuin judul?” aaaaahhhh, stress! ~.~

Apa yang harus aku lakukan? :o Aku bingung *o* Apakah aku mampu menyelesaikan sesuai target? Semoga Alloh membantu… amiin. Hatiku selalu merasa terkejar dengan target, tapi fisikku begitu tenang tanpa tindakan apapun, atau setidaknya belum :( huuupppff,
- 0 komentar

Mikroteachingku... Bagaimana kamu??


Mikroteaching udah ujian kemarin. Hasilnya? Entahlah, hanya saja kami selalu mengharapkan yang terbaik tentunya. Bocoran dari Dosen, gak ada yang mendapatkan nilai sempurna. OK, kami menyadari bahwa penilaian dari Dosen pasti melalui pertimbangan yang sangat matang dan penuh kebijaksanaan. Kami menerima dengan senang hati. Lulus pun kami sudah sangat senang :D

Berbulan-bulan melalui MT, membuat aku sadar betul bahwa mengajar bukan perkara mudah. Membuat seseorang mengerti dengan apa yang disampaikan tidaklah semudah yang dibayangkan. SAINS bukan hapalan, tentu memberikan tantangan tersendiri. Nah, di sinilah kelemahanku (secara pribadi). Dosen mengatakan bahwa kami kurang ‘bergairah’ dalam membawa objek belajar ke dalam kelas. Tujuan dari guru mengajar adalah membelajarkan siswa hingga siswa ‘jatuh cinta’ dengan apa yang telah dia pelajari. Asosiasi dengan manusia, bagaimana siswa akan jatuh cinta jika apa yang dia pelajari saja tidak mereka tahu, apalagi kenal? :o heemmmzz, tantangan berat. Aku tahu tipeku bukanlah tipe orang lapangan. Aku adalah pribadi yang suka bekerja di belakang meja.

Aku senang dengann adanya MT ini sungguh-sungguh membantu. Untukku yang susah mengeluarkan suara saat di depan banyak orang, dengan MT ini sangat membantu. Benar-benar wahana bagiku untuk berlatih, meski kadang aku sia-siakan. MT berkesan walau aku gak tahu bagaimana nanti kesudahannya. Satu yang selalu aku harapkan, kami mampu persembahkan yang terbaik untuk siswa kami nantinya. Amiin :) hehehe,

Terima kasih Dosen Pembimbing atas bantuan kalian dalam membantu kami menjadi lebih baik setiap kalinya…. Semoga jasa kalian dibalas oleh Alloh dengan balasan yang lebih baik. Amiin :D

Teman-temanku yang baik, terima kasih untuk kebersamaan kita selama ini. Terima kasih telah bekerja sama dengan baik. Sukses :D Smangat!
Selasa, 29 Mei 2012 - 0 komentar

Sayap-Sayap Patah

“Hatimu patah melihat yang kau cintai bahagia dengan orang lain, tapi akan lebih sakit lagi bila kau mengetahui bahwa yang kau cintai ternyata tidak bahagia denganmu.”
(Ya Allah, Aku Jatuh Cinta)

Perkara hati dan perasaan memang tdak ada habisnya bila kita bicarakan. Apalagi cinta yang hadirnya akan terus mewarna dengan semua konfliknya. Indah bila kita bicarakan cinta, lalu bagaimana jika cinta itu akhirnya harus pupus?

Patah hati layaknya racun. Tidak terlihat tapi sakitnya begitu menghunjam di hati. Abstark tapi begitu nyata jika diingat. Aku yakin tidak ada kata yang tepat untuk ungkapkan kecamuk rasa ketika patah hati menyerang. Mungkin hanya tetes air mata yang kisahkan semua perih. Namun, haruskah terus seperti itu?

Tidak! “Sakit patah hati bertahan selama kau menginginkannya dan akan mengiris luka sedalam kau membiarkannya.” (Ya Allah, Aku Jatuh Cinta). Tidak bisa dipungkiri sakit memang saat kita harus melihat orang yang kita sayangi begitu bahagia bersama dengan orang lain sementara kita ingin pula bersamanya dan yakin kita pun dapat membuatnya bahagia. Namun, jika kita terus terbelunggu oleh rasa sakit yang tengah kita rasakan justru perasaan itu akan menggoreskan luka yang semakin dalam dan perih. Cobalah untuk bangkit.

Kata bijak mengatakan, “Kemaafan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Namun, hanya dengan memberi kemaafan sajalah kita akan dapat mengobati hati yang telah terluka.” Langkah awal untuk mengobati patah hati adalah dengan membuka hati untuk memberikan maaf pada orang yang melayukan bunga harapan kita. Berat memang tapi hanay dengan begitu kita bisa menerima dan melapangkan hati serta mengikhlaskan apa yang memang Allah takdirka untuk kita. Percayalah Allah tahu yang terbaik bagi hamba-Nya.

Tidak perlu kita mengumbarkan pada semua orang tentang kepedihan hati kita. Tidak perlu semua orang tahu keterpurukan jiwa kita karena patah hati. Tersenyumlah dan katakana, “Suatu saat pasti aku dapatkan cinta!” Dengan patah hati, kita tidak boleh justru merasa takut untuk menata kembali sayap-sayap cinta yang telah patah. Ada dua hal dalam cinta, kecemasan dan harapan. Teruslah berharap meski cemas tidak pernah surut. Jangan kita berhenti menginginkan cinta di hati.

“Jatuh cinta? Mau jatuh, jatuhlah tapi jangan sampai terjerumus. Tetaplah konsisten tapi jangan terlalu ngotot. Berbagilah dan jangan sekali-kali tiada fair. Berpengertianlah dan cobalah untuk tidak menuntut. Siap-siaplah untuk terluka dan menderita, tapi jangan kau simpan semua rasa sakitmu itu.” (Ya Allah, Aku Jatuh CInta).
- 0 komentar

Sahabat... Kini dan Selamanya

Awal pertemuan waktu itu, kita saling menyapa. Seiring waktu, kita mencoba saling mengenal. Semakin jauh, kita belajar saling memahami. Hingga kini, kalian adalah bagian dalam hidupku. Takkan ada yang berubah sampai saat detik ini aku menuliskan semua cinta untuk kalian. Meski aku yakin, aku bukanlah seorang pujangga yang pandai melambangkan rasa dalm kata2. Meski aku tahu bahwa rasa cintaku untuk kalian takkan pernah terlukis oleh ribuan bahasa.

Mungkin benar bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi Sahabat, perpisahan kita bukanlah untuk selamanya. Aku sadar bahwa kita tak bisa selalu bersama karena dalam hidup ada sebuah cita yang pasti ingin kita raih. Dan cita itu tak selamanya sama satu dengan yang lain, memaksa kita untuk berjuang mandiri. Tapi Sahabat, lihatlah aku di sini, berusaha selalu ada dengan doaku untuk kalian.

Benar jika kalian berkata, “Kamu sulit dihubungi. Kamu berubah.” Dan mungkin banyak lagi. Aku akui memang aku tak bisa selalu mendampingi kalian dalam setiap kisah indah kalian. Aku tahu bahwa tak selamanya aku di samping kalian saat kalian butuhkan aku. Aku tahu bahwa dalam hidupku ada sikapku yang mungkin berubah dari dulu saat pertama kita bertemu. Berubah tapi bukan berarti perasaanku juga berubah. Satu yang aku yakin, hatiku tetap satu, tak berubah. Hatiku satu, satu untuk menyayangi kalian. Hatiku satu, satu untuk menyimpan cinta untuk kalian.

Bukankah terkadang mentari tak bersinar karena mendung...meski setiap pagi kita mengharapkan senyum hangatnya. Aku tahu, aku bukanlah mentari terang di langit sana. Tapi aku harap hadirku dapat memberi sedikit kehangatan dalam secuil kisah hidup kalian. Dan kalian adalah mentari di sepanjang kisah hidupku.

Aku hanya manusia, bukan malaikat tanpa dosa. Aku terkadang khilaf, terkadang bersikap tak acuh pada kalian. Tapi sesungguhnya bukan itu yang ada di hatiku. Kalian selalu ada dalam tiap langkah hidupku. Hampa hidup tanpa seorang sahabat seperti kalian. Maafkan aku jika aku bersikap seperti itu. Maafkan aku jika kalian pernah terluka karena sikapku itu. Maafkan aku pernah menyakiti hati kalian. Maafkan aku yang hanya bisa berkata maaf untuk semua itu. Maafkan aku yang lancang berharap kalian sudi membuka hati untuk ampuni salahku.

Saat ini, aku merasa mungkin aku seperti hidup dalam duniaku sendiri. Aku seakan sibuk dengan kegiatan aku sendiri, apalgi kini ada hal baru dalam hidupku yang baru. Tapi Sahabat hidupku tak kan indah tanpa kalian. Hidupku sepi tanpa tawa dan canda kalian meski aku hidup dikebisingan kota.

Memang sakit jika kita merasa seorang sahabat tak acuh pada kita karena da hal baru dalam hidupnya. Tapi Sahabat, aku mohon mengertilah bahwa kalian jauh lebih berarti bagiku. Mungkin hati lelah kalian akan berkata, “Aku sudah selalu mengerti kamu.” Tapi kini aku memelas, memohon beri aku sedikit rasa sabar kalian untuk mengertiku. Sungguh, dalam hidupku, hingga kini aku bernafas, aku jauh lebih mencintai kalian daripada hal baru yang mungkin kadang kalian anggap sudah buatku berubah. Tak ada yang berubah dengan hatiku. Tapi aku mohon, jangan suruh aku memilih kalian atau hal baru itu. Tapi percayalah padaku aku sungguh menyayangi kalian dan tak ingin kalian pergi dariku. Aku selalu merindukan kalian.

Sahabat, aku ucapkan terima kasih dari dalam lubuk hatiku. Terima kasih dulu kalian mau mengenalku. Terima kasih kalian telah sediakan ruang di hati untukku. Terima kasih karena kalian telah mengukir kisah indah dalam perjalanan hidupku. Terima kasih atas senyum kalian selama ini untuk tenangnya hatiku. Terima kasih untuk waktu kalian yang selama ini tersisihkan untuk di sampingku temani hidupku. Terima kasih karena hingga saat ini masih bersamaku, memberiku semangat positif. Terima kasih atas semua yang telah kalian berikan padaku yang mungkin tak pernah aku sadari.

Satu yang tertinggi, terima kasih Tuhan....Kau telah berikan aku salah satu anugerah terindah dalam hidupku, sahabat seperti mereka. Senyum tulus kalian untukku adalah satu keindahan tersendiri bagiku....




Terima kasih_^
- 0 komentar

Temu Kangen SDN 2 Sruweng


ehhm,momen indah bulan nie...
tgal 13 september 2010.
tadi siang reuni SD Q..naah seneng dech ktemu temen2 SD lg. udh hampir 7 tahun lbih..... wuuuih, beda smw.
ehm,
sblumny ucapin makasih bgt wat tmen2 yg udh mau datg.. kangen ngumpul brg m xan. lbih2 udh jarg bgt dger kabar xan.. rasanya 2 jam tu kurg deh.. tpi krn waktu yg terbatas, y udh deh gp2. sayng ny lgi gak datang smua.. ktagihan tpi, kpan2 jdi pgen lg..
maksh jg tmen2 udh mau foto2 brg jdi mzki jarg ngumpul, Qt punya knang2an.
mzki lama Qt gak ktemu, meski Qt tmen lama, bukan berarti Xan kenangan yg ruz dipendam dalam krn sampai nnt pun xan ttp tmen2 baik wat ku.
makash iea tmen2 dulu udh pernah kasih ruang di hati xan wat kenal Q. makash dulu xan nyisain waktu wat warnai hidup Q. makasih..
Allah, makash udh kenalin Q k mreka^^
senyum xan berarti wat Q......
keep smile^_^
n keep fight....untk masa depan Qt.
- 0 komentar

Gerimis Senja

Dalam resah aku menanti,
Dentang waktu yang tak kunjung berlalu.
Diam dalam gelisah.
Akhirnya kususuri jalan setapak,
Hingga kutemui sebuah mimpi di ujung hati.
Detik berlalu....
Dan tetesan air langit perlahan basahi bumi.
Cahaya kian pudar,
Hilang dari hadapku.
Kurebahkan diri pada bumi,
Berharap rengkuh hangat peluknya.
Cahaya tak lagi bersinar,
Pergi tinggalkan rindu di hati.
Debar resah....
Aku masih di sini menyimpan sejuta asa tapi dia tiada.
Di gerimis senja bulan Mei....
Andai dia tahu,
Asa rinduku sebanyak gerimis yang tercurah itu,
Dan hatiku senja sesenja langit sore waktu itu.
Kini, hanya ada air mata menetes dalam senja rinduku.